V. Pedoman Pembuatan dan Pemberian Nama Tanda Batas

A. Pembuatan

Spesifikasi (Gambar 3.1):

  • a. Tanda Batas harus dirancang dan dibuat agar dapat bertahan selama mungkin, dan harus stabil ke arah horizontal dan vertikal;

  • b. Material penyusun Tanda Batas merupakan beton dengan perbandingan campuran semen, pasir, koral 1:2:3;

  • c. Rangka besi menggunakan tulangan utama 4 x 12 mm dan bekel 8 mm dengan jarak 150 mm;

  • d. Penanda (marker) dari setiap Tanda Batas harus dibuat dari logam yang tahan karat; dan

  • e. Bagian Tanda Batas yang muncul di permukaan, dicat dengan cat beton berwarna merah.

Gambar 3.1 Dimensi Tanda Batas

B. Pemberian Nama

1. Diberikan nomor sesuai dengan nomor Titik Batas pada SK IUP Operasi Produksi atau SK IUPK Operasi Produksi;

2. Dalam hal Tanda Batas dipasang pada garis batas, maka penomoran ditambah huruf dengan mengikuti abjad (misal: 1A, 1B, …);

3. Mencantumkan secara jelas:

  • a. Nama pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi dalam singkatan;

  • b. Logo Kementerian ESDM; dan

  • c. Kode wilayah sesuai peraturan perundang-undangan.

4. Ketiga informasi tersebut di atas digrafir pada lempeng perunggu (bronze cap) berukuran 20 x 20 cm menggunakan huruf kapital jenis Arial;

5. Dalam hal pemegang IUP atau IUPK Operasi Produksi melakukan pemasangan Tanda Batas Referensi, maka pada lempeng perunggu (bronze cap) tersebut ditambahkan informasi arah (azimuth) dan jarak;

6. Lempeng perunggu tersebut di atas harus dipasang membujur pada sisi dinding Tanda Batas yang menghadap ke sebelah dalam WIUP Operasi Produksi atau WIUPK Operasi Produksi; dan 7. Bagian penanda (marker) diberikan informasi arah (dalam bentuk Tanda panah) ke Tanda Batas sebelumnya dan Tanda Batas selanjutnya.